Ada tiga “selalu” yang harus dimiliki:

1. Selalu sederhanakan masalah kita. Jangan dibuat rumit, jangan dibuat panjang.
2. Selalu berpikir positif. Pun saat situasi memang negatif sekali, berpikir positif akan membantu kita.
3. Selalu belajar melepaskan. Pada akhirnya, toh, tidak ada yang sebenarnya kita miliki, bukan?

==

Hari ini aku ingin bercerita kepada kalian. Bahwa apabila kita pernah ditinggalkan, atau dikecewakan, atau tentang apapun yang membuat hubungan kita  dengan seseorang menjadi tidak begitu semenyenangkan dahulu. Entah tentang pertamanan atau kisah cinta. Kemudian kita melihatnya hari ini, orang itu tumbuh bahagia dan sukses bahkan mungkin kamu merasa dia segala lebih dari kita. Lebih bahagia, lebih sukses, segala kelebihan yang membuatmu mungkin sedikit iri.

Maka, berbahagialah.

Sebab barangkali memang harus demikian ceritanya. Dan kita adalah seseorang yang menjadi jalan baginya untuk mendapatkan apa yang dia dapatkan saat ini. Dan kita adalah seseorang yang menjadi perantara pembelajaran-pembelajaran berharga yang berhasil dia ambil dalam hidupnya.

Meski, mungkin itu harus membuat hubunganmu dengannya menjadi tidak menyenangkan. Tapi bukan di situlah titik fokusnya. Melainkan tentang bagaimana setiap orang sebenarnya menjadi perantara orang lain dalam meniti takdirnya, memperoleh pemahaman dan pembelajaran hidupnya.

Seperti setiap hari kita bertemu dengan banyak orang, dari mulai pedagang di pasar, tukang parkir, supir bus, dan orang-orang yang tidak kita duga silih berganti. Barangkali, dari pertemuan tak terduga itulah pembelajaran hidup disematkan, juga takdir kita kemudian bekerja, dan bisa jadi berubah. Maka manusiakanlah manusia. Ajak dialog lah mereka. Mungkin ketika kau naik bus, kau bisa coba memulai untuk ngobrol dengan penumpang lain, dengan kernet, ataupun dengan supir. Mungkin disitu kamu akan menemukan makna hidup yang tidak banyak orang ketahui

Kembali lagi, jika kamu kemudian mengeluh dan bertanya-tanya mengapa dia bisa menjadi lebih dari kamu. Pertanyaan itu justru lebih layak ditanyakan ke dirimu sendiri, apakah kamu sudah berhasil mengambil pembelajaran dari kejadian yang menimpamu dan orang tersebut?

Jika dia berhasil, mengapa kamu belum juga menemukan pembelajaran itu?

Advertisements