“Setiap masa memiliki generasinya masing-masing, lakukanlah sesuka hatimu, asal itu baik.” (Dahlan Iskan)

Sepotong episode dalam kehidupan ini, telah mempertemukan kita. Bukan soal harta, cinta atau tahta yang telah digariskan menjadi perhiasan dunia. Bukan pula tentang siapa dan dari mana kita berasal, semua ini tentang sebuah masa ketika diri ini mengetahui makna hidup yang sebenarnya. Takdir telah mengantarkan jasad ini menjadi ketua SC  (Steering Comitte) untuk acara Festival Ilmiah Mahasiswa (FILM) 2017.

Tulisan ini ditujukan untuk menjaga ghiroh perjalanan persiapan, pelaksanaan dan follow up acara yang kita junjung bersama. Festival Ilmiah Mahasiswa FILM 2017 lahir bukan sekadar untuk memenuhi tulisan pada laporan akhir SIM UNS di musyawarah anggota, bukan pula hanya sebagai penggembira gegap gempita acara yang berakhir fiktif tanpa hasil berkesinambungan

Indah sekali mengawal keberjalanan FILM 2017 dengan mengenang keberjalanan FILM 2016. Dari awal aku tekankan bahwa hakikatnya FILM itu tidak lebih besar dari orang-orang didalamnya. Ketika kita mampu menghandle orang-orang tersebut maka otomatis kesuksesan FILM akan mengikuti. Maka dari itu pendekatan yang harus dilakukan adalah dengan pendekatan kekeluargaan.

Hal ini relevan dengan kutipan Ustadz Salim A. Fillah dalam bukunya ‘Dalam Dekapan Ukhuwah’ berdasar Q.S Ibrahim ayat 24-25 bahwa rasa buah dari pohon iman kita seharusnya adalah kemanfaatan setinggi-tingginya bagi saudara kita. Nah, untuk menghasilkan rasa buah kemanfaatan, maka kita harus memiliki landasan kuat untuk tumbuh dan cabang panjang perjuangan yang menjulang. Dalam bahasa lain, tidak mungkin kita memberi tanpa memiliki, tidak masuk akal adanya kemanfaatan ketika tak punya modal untuk dibagi-bagikan. Maka, saya berkesimpulan bahwa tingkatan dalam kehidupan ialah kita memiliki akar teguh kepedulian untuk memberikan yang terbaik, lalu berlanjut dengan kekokohan cabang (batang) untuk bertahan dalam belajar dan berjuang serta membagikannya sebagai rasa buah kemanfaatan bagi setiap yang pernah bertemu dengan kita.

Pastinya, tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Allah swt telah mengatur agar aku, kamu dan dia bertemu dalam satu kesempatan dalam kepanitian FILM ini. Maka ketika kita sudah diberi kesempatan, hanya ada satu pilihan: LAKSANAKAN! Tidak ada rumus lain selain ikhtiar, niat yang terpancang, doa yang terurai, dan peluang sudah terbuka lebar. Dan sebaik baik pekerjaan adalah itqan (profesional), melaksanakan dengan penuh tanggungjawab.

Hari ini, tepat satu tahun lalu aku mengeluarkan suatu kalimat yang hari inipun aku tidak menyangka bahwa kata-kata tersebut pernah keluar dari benakku. Kata kata ini berawal dari dinamika dalam kepanitiaan FILM 2016 yang mungkin saat itu sedang dalam titik yang rendah. Sudah seharusnya peran-peran ku sebagai ketua FILM saat itu adalah memastikan seluruh mesin dalam keadaan baik agar sistem bisa terus berjalan. Aku ulang postingan tersebut, siapa tahu bisa menjadi pemantik semangat, penghidup lilin dalam pikiran, dan pemancar gairah untuk segenap panitia FILM 2017.

screenshot_2017-02-20-17-15-57-742_com-whatsapp

Advertisements