18013216_197879424056400_6271268489772662784_n

Disclaimer: Saya penuh menyadari bahwa perjalanan (pembelajaran) hidup saya bukanlah seberapa. Apalah saya. Hanya seorang fakir ilmu yang terus berusaha menggapai ridho-Nya. Saya mencoba menuliskan sepenggal perjalanan S1 saya, sebuah jalan yang saya pilih untuk menjadikannya muara kebermanfaatan untuk sesama
==
Penelitian. Ah apa itu penelitian. Saya yang anak kemarin sore berani beraninya ngomongin tentang penelitian. Hehe
.
Ilmu itu, di sisi Allah, tingkatannya sama. Jadi ndak pantas kita sombong atas bidang yang kita tekuni. Senyumin aja kalau ada yang ngomong, “Ini jurusan gue loh, keren kan jurusan gue”. haha
.
Di sini saya ingin bercerita soal penelitian. Entah mengapa ketika sedang melakukan riset, semacam ada perasaan yang begitu semangat, ada spirit yang begitu membara dalam diri, dan seolah olah mata saya berbinar binar.
.
Ternyata semakin diteliti, maka saya semakin sadar bahwa masih banyak sekali hal yang saya tidak tahu. Jadi hakikatnya semakin kita tahu, artinya kita semakin tidak tahu. Seolah ilmu kita masih sedikit sekali dibanding ilmuNya.
.
Sedikit cerita saat ini saya dan tim saya sedang meneliti tentang pemanfaatan carbon sebagai material maju (advanced material). Spesifik nya kita sedang membuat anoda baterai dengan metode yang simpel dan murah menggunakan graphene (nah, soal ini akan dijelaskan dipost selanjutnya ya, biar isi IG saya agak berfaedah haha)
.
Lho, kok pendidikan fisika riset tentang kimia? Ya karena Ilmu itu mengangkat manusia beberapa derajat. Itu yang menjadi spirit saya utk terus belajar. Belajar apapun yg sy sukai, ndak dikotak-kotakkan akan suatu disiplin ilmu tertentu. Lagi pula, setiap fenomena yg ditemui saat belajar, saya sadari, selalu ada pesan yang coba Dia sampaikan.
.
Contohnya arang dan intan yang sama-sama tersusun atas carbon. Tapi nilai jual mereka sangat jauh. “Kedudukan” mereka pun begitu berbeda. Hal tsb dikarenakan carbon pada intan mengalami proses dg temperatur dan tekanan yang ekstrem. Sama dg manusia. Mereka yg ada pada puncak adalah mrk yg pernah mengalami proses berdarah darah dan jungkir balik. Salahnya kita adalah cenderung selalu melihat sisi berhasilnya, daripada gagal dan perjuangannya. Meski jatah kita sama 1 hari adalah 24 jam, setiap orang berbeda-beda dalam memanfaatkannya.
.

“Keberhasilan… Ia tidak bersama orang yang buru-buru memetik buah sebelum masak, tetapi ia tidak pula bersama orang-orang yang hanya menunggu tapi tidak menanamnya. Ia tidak bersama orang yang berlebihan, tetapi ia tidak pula bersama orang yang enggan dan tidak berbuat sama sekali. Terus bersemangatlah, karena sungguh ada sketsa keberhasilan di penghujung ikhtiar, ada ukiran kemenangan di akhir jalan perjuangan”

Advertisements