Muslim adalah seseorang yang menyerahkan dirinya untuk taat terhadap perintah
dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu bentuk ketaatan kepada Allah adalah dengan melakukan kebaikan terhadap sesama. Di dalam Al Qur’an Surat Al Maidah: 2, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, ” … wata’aawanuu ‘alaa albirri waalttaqwa …” artinya ‘Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa’.

Ta’aawanuu dapat diartikan “dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan”. Arti kata ini lebih spesifik ialah kerja bersama secara serius pada bidang tertentu (fokus). Kerjasama tersebut diperintahkan oleh Allah dalam bentuk Albirri.

Albirri artinya segala sesuatu yang baik. Sehingga dapat kita pahami bahwa “ta’aawanuu ‘alaa albirri” ialah membantu sesama pada bidang tertentu dengan sungguh-sungguh dalam segala bentuk kebaikan.

Area kebaikan dalam Islam sangat luas. Karena kebutuhan setiap insan di dunia pun bervariasi. Bermanfaat melalui berbagi ilmu di bidang lain seperti kesehatan, sains, adab serta perilaku, dan yang lain-lain, merupakan cakupan area kebaikan dalam Islam, tentunya dengan niat hanya mengharap ridho Allah subhanahu wa ta’ala.

Menciptakan kebaikan bagi sesama dimulai dengan memahami diri kita sendiri. Memahami diri kita adalah sebuah sikap yang arif karena kita akan mengetahui kekuatan dan kelemahan, kegemaran dan ketakutan, maupun obsesi dan mimipi-mimpi kita. Kita akan mengetahui bagaimana kemampuan, pengalaman, atau pendidikan yang kita miliki dapat kita amalkan sesuai syariat Islam. Sehingga memori kebaikan itu pun akan dicatat oleh malaikat dan insya Allah bernilai pahala.

Hal ini sangat relevan dengan apa yang selalu saya tekankan bahwa skill yang mutlak dimiliki mahasiswa adalah kemampuan mengukur diri. Ketika kita bisa mengukur diri, maka kita akan tahu dimana kita bisa memaksimalkan potensi kita. Bila kita telah menyadari kegemaran dan bakat kita di satu bidang, hal itu akan membantu kita dalam merumuskan sebuah tujuan dan bentuk kontribusi seperti apa yang dapat kita berikan.

Kontribusi tersebut akan menjadi bagian dari kisah kebaikan kita bila kita melakukannya atas dasar mengharap ridho Allah. Oleh karena itu, melakukan amal kebaikan sesuai dengan kegemaran dan keahlian kita, dapat menimbulkan rasa cinta akan pekerjaan tersebut, sehingga membuat langkah dan hati ini menjadi ringan dalam melakukannya. “If it doesn’t match your passion, no matter how good is your job, you will always feel zero and the most important thing is to be interested into your project. Otherwise, every simple thing will become complex”.

Maka temukanlah dan pahamilah dirimu, lalu fokus dan berkontribusilah!

nb : disadur dari blog nakindonesia dengan beberapa pengubahan

 

Advertisements