Beberapa waktu lalu ada adik tingkat yang kebetulan jadi kontributor di web resmi UNS yang meminta kesediaan saya untuk di interview. Katanya mau buat feature tentang saya untuk dipublikasikan di website UNS (tapi belum rilis nih lama banget yak #astaghfirullah haha). Ya saya perbolehkan, siapa tahu menjadi amal saya untuk menginspirasi mahasiswa lain. Nah, sebelum rilis versi feature nya, akan saya bagikan beberapa pertanyaan yang diajukan dan jawaban saya.

  1. Alasan Mas Egy suka penelitian ilmiah apa?

Ilmu itu, di sisi Allah, tingkatan amat tinggi. Bahkan Dia berjanji meninggikan manusia yang berilmu beberapa derajat. Maka sudah jadi tugas manusia untuk terus memperluas pengetahuannya. Entah mengapa ketika sedang melakukan riset, semacam ada perasaan yang begitu semangat, ada spirit yang begitu membara dalam diri, senacam “ini gue banget nih”. Dan ternyata dalam dunia penelitian, semakin diteliti, maka saya semakin sadar bahwa masih banyak sekali hal yang saya tidak tahu. Jadi hakikatnya semakin kita tahu, artinya kita semakin tidak tahu. Seolah ilmu kita masih sedikit sekali dibanding ilmuNya. Itu yang bikin aku suka banget sama dunia penelitian

  1. Cita-cita dan harapan Mas Egy ke depan apa?

Kalau ditanya cita cita dan harapan jawabannya adalah dengan memulai dari belakang. Istilahnya “start from the end”. Diakhir mau jadi apa. Saya pribadi ingin jadi dosen dan periset. Maka harapan saya, sy harus bisa kuliah lanjut S2 dan S3. Ternyata pola yg sy dapat dari org yg berhasil kuliah di LN adalah mereka relatif lebih mudah diterima di univ LN ketika punya publikasi internasional. Maka di tataran S1 saya usahakan punya publikasi internasional. Alhamdulillah sampai saat ini saya ada 2 publikasi internasional terindex scopus. InsyaAllah tahun 2017 bisa tambah lagi. Doakan yaa

  1. Tips dan trik Mas Egy sering lolos conference / lomba-lomba karya ilmiah

skill yang mutlak dimiliki mahasiswa adalah kemampuan mengukur diri. Ketika kita bisa mengukur diri, maka kita akan tahu dimana kita bisa memaksimalkan potensi kita. Karena saya passion dalam bidang ini, maka sepenuh hati saya kerjakan. gagal pasti pernah, sering malah. Tapi dari gagal itu kita harus bisa mengukur kira2 kurangnya di mana, nnt di lain kesempatan diperbaiki biar lbh maksimal. Pun dalam lomba KTI. gagal itu biasa, tapi bagaimana belajar dari kegagalan itu yang membuat kita berbeda. Jadi dikesempatan selanjutnya kekurangan-kekurangan itu bisa tertutupi. Tips lain adalah tahan banting karena biasanya orang itu sekali gagal langsung loyo. Padahal bisa jadi rezeki dia ada di kesempatan kedua, ketiga, atau seterusnya.  Harus keep struggling.

  1. Motivasi terbesar ikut lomba-lomba KTI?

Dulu awal mula motivasi ikut LKTI adalah karena merasa bahwa kuliah itu biayanya ga murah. Jadi saya harus memanfaatkan kesempatan untuk memaksimalkan potensi. Nah lewat kegiatan ilmiah sy bisa dapat pengalaman berharga seperti bertemu mhs se indonesia apalagi bonusnya naik pesawat dan keliling indonesia. Dan belakangan saya sadar bahwa untuk memulai riset itu early stage nya adalah menulis KTI. Nanti baru naik tingkat nulis paper utk di submit di conference/jurnal.

  1. Adakah KTI yang direalisasikan?

Sebenarnya tataran mhs S1 itu belum dituntut penelitian. Tapi belajar meneliti. Kita hanya ada di level berpikir kritis. Jadi tidak ada tuntutan untuk merealisasikan ide ide kita. Apalagi dalam KTI sah sah aja kalau metode yg digunakan studi pustaka hehe. Kalau ditanya spt itu untuk realisasi yang bener2 realisasi belum ada. Tapi untuk kelas prototype insyaAllah semua KTI saya pasti ada prototype nya. Karena juri bakal lebih interest kalau pas lomba bawa barang dalam bentuk fisik hehe

Advertisements