Di tulis untuk menyongsong pemilihan ketua-ketua organisasi

Meski kita menilai diri kita layak mendapatkan sesuatu, penentu utamanya tetap Allah yang merekayasa takdir dan berkuasa atas segala sesuatu.

Ada kisah tentang laki-laki yang berjuang keras untuk sebuah kedudukan. Namun ketika apa yang diinginkan begitu dekat, Allah menunjukkan bahwa dia tidak ditakdirkan untuk menempati kedudukan tersebut meskipun dia menilai bahwa dirinya layak

Abdullah bin Ubay laki-laki yang cerdas dan punya kemampuan leadership yang baik. Ia diantara 2 pilihan yaitu menjadi raja atau mengikuti Rasul berhijrah. Andaikata Abdullah memilih menggunakan kemampuannya untuk mengabdi bersama Rasulullah, mungkin hari ini kita mengenalnya sebagai sahabat utama yang namanya sering disebut dalam sejarah seperti Abu Bakar dan Umar.

Ambisi di satu sisi dapat menumbuhkan kita menjadi orang yang kuat, agile dan persistent. Namun di sisi lain bisa membuat kita menjadi buta seolah hidup kita hanya apa yang tentang kesuksesan materi kita kejar.

Tidak semua kegagalan dan keberhasilan itu menumbuhkan. Pada akhirnya mentalitas kita yang menentukan ke arah mana kita hendak berjalan. Tempat, kedudukan, harta dan segala sesuatu yang ada di dunia ini tak abadi. Allah yang menitipkannya kepada kita. Kadang dititipkan sebagai hasil dari ikhtiar, kadang ujug-ujug datang hingga kita terkaget-kaget.

Saya pribadi pernah menganggap diri ini sangat gagal ketika dulu pas SD kalah lomba catur dan menganggap diri ini tumbuh kalau saat itu jadi juara. Ya sekarang suka senyum sendiri karena dulu pernah menganggap hidup sesederhana juara tanding catur haha.

Nyatanya tidak seperti itu.

Manusia di sebut gagal ketika apa yang dititipin Allah ke dia sama sekali tidak bisa dikonversi ke kebaikan. Di sebut berhasil ketika yang dia punya dapat dikonversi ke kebaikan sebanyak mungkin.

Pada akhirnya yang paling utama ditumbuhkan adalah bukan tentang kedudukan, tapi tentang kesalihan sebagai seorang hamba yang memahami bahwa harta, akal dan jasmani adalah amanah sekaligus alat untuk menunaikan amanah kita sebagai manusia.

Selamat memilih dan dipilih, semoga ridha Allah selalu menaungi kita semua. aamiin

 

Advertisements