Jam menunjukan pukul 3 sore dan saya bergegas menuju masjid Al Manar di belakang kampus UNS untuk menunaikan sholat ashar. Rasa dongkol masih menggelora karena respon negatif dari bapak-bapak bagian umkap di salah satu gedung di UNS. Saya datang dengan baik-baik eh malah responnya begitu. Batin saya menggumam kenapa sih masih ada manusia yang tidak bisa ramah sedikit saja.

Pelajaran-pelajaran kecil dalam hidup memang memiliki makna tersendiri bagi setiap individu. Termasuk saya. Dulu saya sangat sering diejek begini begitu, mulai dari fisik sampai ke urusan yang sangat sensitif. Itu membuat saya bertekad untuk tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain.

Selepas sholat ashar meluncurlah saya ke gedung FK untuk menemui seseorang. Tepat di perempatan FK mata saya terpana. Saya melihat ada mbak-mbak mahasiswa turun dari motor dengan membawa 2 buah minuman (freemilk mungkin). Kemudian ia berikan minuman itu ke bapak dan ibu yang sedang memunguti sampah.

Nyess

MasyaAllah

Saya menarik rem motor untuk mengurangi kecepatan

Beberapa detik berlanjut saya masih melihat kejadian itu lewat spion motor vario saya. Rasa dongkol yang sempat menggelayut serasa disiram air. Hilang seketika. Ternyata masih ada orang yang baik dalam kesunyian.

Sejurus kemudian saya mengingat kejadian ya kurang lebih 2 minggu yang lalu. Hampir sama. Saat itu saya sedang makan pagi di pecel madiun terenak di dunia di belakang kampus. Datanglah ibu-ibu untuk meminta uang ke mas-mas mahasiswa yang sedang makan di sana.

“Bu, sudah sarapan?” kata mas tersebut

“Belum mas” jawab ibu tersebut

“Oh sini duduk bareng saya bu, nanti saya pesankan” timpal mas-mas tersebut

“Makasih mas, dibungkus saja ya” jawab ibu tersebut dengan mata berbinar

“Baik bu, tunggu sebentar yaa” lanjut masnya

Kemudian mas-mas tersebut memesan makanan satu porsi dibungkus.

Ada satu pelajaran dalam hidup yang saya dapatkan. Mereka mengajarkan kita semua bahwa kebaikan tidak harus selalu ditampakkan. Kebaikan itu tidak perlu validasi orang lain. Berbuat baik lah kepada sesama tanpa perlu diketahui orang lain. Ternyata kita masih punya pilihan untuk menjadi orang yang lembut. Ternyata kita masih punya pilihan untuk orang yang tulus.

Terimakasih untuk orang-orang yang selalu melakukan kebaikan-kebaikan kecil dalam kesunyian. Terimakasih telah memberi warna di dunia ini. Saya yakin meski kebaikan kalian tidak nampak di dunia, pasti berita kebaikan kalian menggema di seluruh penjuru langit. InsyaAllah.

-EA

Advertisements